sapto hadi prasetyo | saptorevilla

Kehidupan adalah sebuah ujian

Jan 28th 2013 at 11:51 PM
Kehidupan di bumi adalah sebuah ujian. Metafora kehidupan yang ini terlihat dalam kisah-kisah di seluruh alkitab. Alkitab terus-menerus menguji karakter, iman, ketaatan, kasih, integritas, dan kesetiaan manusia. Kata-kata seperti pencobaan, pemurnian, dan ujian muncul lebih dari 200 kali dalam alkitab. Allah menguji Abraham dengan menyuruhnya mempersembahkan anaknya Ishak. Allah menguji Yakub ketika dia harus bekerja beberapa tahun tambahan untuk mendapatkan Rahel sebagai istrinya. Adam dan Hawa gagal dalam ujian mereka di Taman Eden, dan Daut gagal dalam ujiannya yang diberi Allah pada beberapa peristiwa. Tetapi alkitab juga memberi kita banyak teladan dari orang-orang yang lulus dalam ujian besar, seperti Yusuf, Rut, Ester, dan Daniel. Karakter dikembangkan dan ditunjukkan melalui ujian-ujian, dan seluruh kehidupan adalah ujian. Anda selalu diuji. Allah terus-menerus mengamati tanggapan anda pada orang-orang, pada masalah, pada keberhasilan, pada konflik, pada penyakit, pada kekecewaan, dan bahkan pada cuaca ! Allah bahkan mengamati tindakan-tindakan yang paling sederhana seperti ketika anda membuka pintu untuk orang lain, ketika anda mengangkat sepotong sampah, atau ketika anda bersikap sopan terhadap seorang juru tulis atau pelayan. Kita tidak tahu semua ujian yang akan Allah berikan kepada anda, tetapi kita bisa memperkirakan sebagian, berdasarkan alkitab. Anda akan diuji melalui perubahan-perubahan besar, janji-janji yang tertunda, masalah-masalah yang sulit, doa-doa yang tak terjawab, kritikan-kritikan yang tidak layak diterima, dan bahkan tragedi yang tidak masuk akal. Dalam kehidupan saya sendiri saya melihat bahwa Allah menguji iman saya melalui masalah-masalah, menguji pengharapan saya melalui cara saya menangani harta, dan menguji kasih saya melalui orang-orang. Ujian yang sangat penting adalah bagaimana anda bertindak ketika anda tidak bisa merasakan kehadiran Allah dalam kehidupan anda. Kadang-kadang Allah dengan sengaja mundur, dan kita tidak merasakan kedekatan-Nya. Seorang raja bernama Hizkia mengalami ujian ini. Alkitab berkata, " Allah meninggalkan dia untuk mencobainya, supaya diketahui segala isi hatinya. " ( 2 Tawarikh 32:31 ) Hizkia telah menikmati suatu persekutuan yang dekat dengan Allah, tetapi pada titik penting dalam kehidupannya Allah meninggalkannya sendiri untuk menguji karakternya, untuk menunjukkan kelemahannya, dan untuk mempersiapkan dia guna menghadapi tanggung jawab yang lebih besar. Ketika anda memahami bahwa kehidupan adalah ujian, anda menyadari bahwa tidak ada hal yang tidak penting di dalam kehidupan anda. Bahkan kejadian terkecil memiliki arti penting bagi pengembangan karakter anda. Tiap hari merupakan hari yang penting, dan setiap detik adalah kesempatan bertumbuh untuk memperdalam karakter anda, untuk menunjukkan kasih, atau untuk bergantung pada Allah. Beberapa ujian terasa sangat berat, sementara ujian lainnya bahkan tidak anda perhatikan. Tetapi semuanya memiliki makna kekal. Kabar baiknya adalah Allah ingin agar anda lulus dalam ujian-ujian kehidupan itu, sehingga Dia tidak pernah membiarkan ujian-ujian yang anda hadapi itu melampaui kasih karunia yang Dia berikan kepada anda untuk menghadapinya. Alkitab berkata, " Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. " ( 1 Korintus 10:13 ) Setiap kali anda lulus dalam sebuah ujian, Allah melihat dan membuat rencana untuk memberi anda upah di dalam kekekalan. Yakobus berkata, " Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barang siapa yang mengasihi Dia. " ( Yakobus 1:12 )
0 comments
Please to comment

sign in

Username
Password
Remember Me


New to IM faceplate? join free!

Lost Password? click here