sapto hadi prasetyo | saptorevilla

Kehidupan adalah sebuah kepercayaan

Jan 28th 2013 at 11:53 PM

Kehidupan di bumi adalah sebuah kepercayaan. Inilah metafora jenis kedua dalam alkitab tentang kehidupan. Waktu yang kita miliki di bumi serta tenaga, kepandaian, kesempatan, hubungan dan kekayaan kita, semuanya adalah pemberian dari Allah yang Dia percayakan dalam pemeliharaan dan pengelolaan kita. Kitalah penata layan dari segala sesuatu yang diberikan Allah kepada kita. Konsep penata layanan ini dimulai dengan pengakuan bahwa Allah adalah pemilik segala sesuatu dan semua orang di muka bumi. Alkitab berkata, " Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. " ( Mazmur 24:1 )

Kita tidak pernah benar-benar memiliki apa pun selama kediaman singkat kita di bumi. Allah hanya meminjamkan bumi kepada kita pada waktu kita ada di sini. Bumi adalah milik Allah sebelum anda datang, dan Allah akan meminjamkannya kepada orang lain setelah anda meninggal. Anda hanya bisa menikmatinya sesaat.

Ketika Allah menciptakan Adam dan Hawa, Dia mempercayakan pemeliharaan atas ciptaan-Nya kepada mereka dan menunjuk mereka sebagai pengelola atas milik-Nya. Alkitab berkata, " Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka : Beranak cuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, Aku memberi engkau kuasa. " ( Kejadian 1:28 )

Pekerjaan pertama yang Allah berikan kepada manusia adalah mengelola dan memelihara " barang-barang " Allah di bumi. Peran ini tidak pernah dibatalkan. Ini merupakan sebagian dari tujuan kita sekarang. Segala sesuatu yang kita nikmati harus diperlakukan sebagai sebuah kepercayaan yang Allah tempatkan di tangan kita. Alkitab berkata, " Bukankah segala sesuatu saudara terima dari Allah ? Jadi, mengapa mau menyombongkan diri, seolah-olah apa yang ada pada saudara itu bukan sesuatu yang diberi ? " ( 1 Korintus 4:7b )

Budaya kita berkata, " Jika kamu tidak memilikinya, kamu tidak akan mempedulikannya. " Tetapi orang-orang Kristen hidup dengan standar yang lebih tinggi : " Karena Allah memilikinya, saya harus memeliharanya sebaik mungkin. " Alkitab mengatakan, " Orang-orang yang kepada mereka dipercayakan sesuatu yang berharga harus menunjukkan bahwa mereka ternyata dapat dipercaya. " ( 1 Korintus 4:2 ). Yesus sering kali menunjuk kehidupan sebagai sebuah kepercayaan dan menceritakan banyak kisah untuk menggambarkan tanggung jawab ini kepada Allah. Dalam kisah tentang talenta, ( Matius 25:14-29 ) seorang pengusaha mempercayakan kekayaannya kepada pemeliharaan hamba-hambanya sementara dia pergi. Ketika dia kembali, dia mengevaluasi tanggung jawab setiap hambanya dan memberi mereka upah atas itu. Sang pemilik berkata, " Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. " ( Matius 25:21 )

Pada akhir kehidupan anda di dunia, anda akan dievaluasi dan diberi upah sesuai dengan seberapa baik anda telah mengurus apa yang Allah percayakan kepada anda. Ini berarti segala sesuatu yang anda kerjakan, bahkan tugas-tugas harian yang sederhana, memiliki implikasi kekal. Jika anda memperlakukan segala sesuatu sebagai suatu kepercayaan, Allah menjanjikan tiga imbalan dalam kekekalan yaitu :

  1. Anda akan diberi peneguhan Allah : Dia akan berkata, " Baik sekali perbuatanmu !"
  2. Anda akan menerima promosi dan diberi tanggung jawab yang lebih besar di dalam kekekalan : " Aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. "
  3. Anda akan dihormati dengan sesuatu perayaan : " Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. "

Banyak orang gagal menyadari bahwa uang merupakan sebuah ujian sekaligus sebuah kepercayaan dari Allah. Allah menggunakan keuangan untuk mengajar kita untuk mempercayai-Nya, dan bagi banyak orang, uang adalah ujian terbesar. Allah melihat bagaimana kita menggunakan uang untuk menguji bagaimana kita layak dipercayai. Alkitab berkata, " Jadi, kalau mengenai kekayaan dunia ini kalian sudah tidak dapat dipercayai, siapa mau mempercayakan kepadamu kekayaan rohani ? " ( Lukas 16:11 )

Inilah kebenaran yang sangat penting. Allah berfirman bahwa ada hubungan langsung antara cara saya menggunakan uang saya dengan kualitas kehidupan rohani saya. Bagaimana saya mengelola uang saya ( " kekayaan dunia " ) menentukan seberapa banyak Allah bisa mempercayai saya dengan berkat-berkat rohani ( " kekayaan rohani " ).  Izinkan saya bertanya kepada anda : Apakah cara anda mengelola uang anda menghalangi Allah melakukan lebih banyak hal di dalam kehidupan anda ? Bisakah anda dipercayai dengan kekayaan-kekayaan rohani ?

Yesus berkata, " Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut. " ( Lukas 12:48b ). Kehidupan merupakan ujian dan kepercayaan, dan semakin banyak Allah memberi kepada anda, semakin banyak tanggung jawab yang Dia harapkan dari anda.

0 comments
Please to comment

sign in

Username
Password
Remember Me


New to IM faceplate? join free!

Lost Password? click here