followers 7 popularity
8
following 0
Groups
ab_jejak is not in any groups

Interests

Learning about Leadership, Organizational & Personal Behavior. Like doing sport like swimming, volley, cycling, joging, pingpong.

I'm like to reading self development book, the most book that i like is Seven Habit For Highly Effective People. Another writer like Dale Carneige, John C Maxwell, Stephen Covey, Peter Drucker. etc
ab_jejak | ab_jejak
Ralph Waldo Emerson, 1803-1882 The only way to have a friend is to be one.
unknown

^^Leader As A Servant^^

Nov 9th 2011 at 9:23 AM

Boneka paling Agung

“Pasti aku cepat laku dan dibawa ke rumah yang bagus!” kata boneka raja di sebuah toko mainan kepada boneka-boneka lainnya.  “Disana, aku akan menjadi raja atas boneka lainnya.  Akan kuperintah mereka dan akan kubuat mereka tunduk kepadaku.”  Memang ia kelihatan sangat agung.  Boneka ini mengenakan mahkota emas dan jubah merah.

 

Tidak lama kemudian, ia dibeli dan dibawa ke rumah yang bagus yang banyak bonekanya.  Dipandangnya boneka dan mainan lainnya di sana, lalu dengan suara lantang dan sombong ia berkata,”Selamat sore, saudara-saudara sekalian!  Aku boneka raja.  Lihatlah mahkota di kepalaku!  Itulah sebabnya aku akan memerintahkan kalian semua dan menjadi raja kalian.”

 

Tidak ada yang memberi komoentar.  Hanya terdengar suara boneka tikus putar tertawa terkikih-kikih,”Kami tak mau punya raja seperti engkau!”  Ucap boneka pelaut,”Kami sudah punya raja dan tidak memerlukan raja lagi!”

 

“Mana raja kalian?” tanya boneka raja sambil memandang sekelilingnya mencari boneka yang mengenakan mahkota dan kelihatan seagung dirinya.  Tetapi ia tidak menemukannya.

 

“Inilah raja kami,” kata boneka pelaut sambil menunjuk kepada sebuah boneka sederhana.  Boneka itu berwajah ramah mengenakan gaun sederhana dan kepalanya tidak bermahkota.  “Betapa lucunya raja kalian!” seru boneka raja sambil tertawa menghina.  “Sama sekali tidak agung, bajunya lusuh dan tidak bermahkota sama sekali! Terus terang, raja kalian nampak agak bodoh.”

 

“Biarkan boneka sombong menjadi raja,” usul boneka badut.  “Kita lihat bagaimana caranya memerintah!”  Boneka raja merasa senang.  “Nah, sekarang kalian harus belajar memberi hormat,”katanya.  “Rakyat harus membungkuk bila menghadap rajanya.  Disamping itu, kalian masing-masing harus memberi upeti kepedaku.”

 

Boneka raja akhirnya mendapat kesempatan memerintah, namun ia kurang diperhatikan rakyatnta.  Boneka raja yang sombong sangat penasaran terhadap boneka raja yang sederhana.  Diam-diam, ia memperhatikan kehidupan boneka sederhana itu.  “Dia selalu sibuk,” pikirnya kesal.  “Apa saja yang dikerjakannya sepanjang hari?”

 

Kadang-kadang boneka sederhana menjahit baju boneka  badut yang sering sobek.  Suatu ketika boneka sederhana menjahit lubang pada tubuh boneka beruang yang tertusuk paku, hingga sebuk gergaji yang dipakai untuk mengisi tubuhnya tercecer keluar.  Bila ada yang bertengkar, boneka sederhana selalu menjadi pelerai.  Seringkali pula ekor boneka tikus putar terinjak boneka lain, maka tikus putarpun menangis kesakitan.  Bila ini terjadi, boneka sederhana memangku serta menghiburnya.

 

“Astaga, dia bukan raja!  Lebih pantas bila disebut bapak semua boneka disini,”  ujar boneka raja kepada dirinya sendiri.  “Apa perlunya menghabiskan waktu seperti itu?  Mengapa dia tidak menyuruh boneka-boneka lainnya bekerja keras untuk kepentingannya?”

 

Seminggu telah berlalu.  Boneka raja mengadakan rapat dengan rakyatnya.  “Saudara-saudara sekalian, telah kuamati kehidupan kalian selama satu minggu.  Kesimpulanku, raja kalian sama sekali bukan raja sejati.  Dia tidak tahu bagaimana harus bersikap sebagai raja.  Pilih saja aku!  Percayalah, aku pasti bisa kalian banggakan sebagai raja!”

 

“Huh!”  ujar boneka badut mengejek.  “Mana bisa kami membanggakanmu!  Kau sombong, malas, dan cuma mementingkan diri sendiri!”  Tikus putar memekik,”Yang kami inginkan adalah seorang pemimpin yang baik budinya dan bijaksana.  Seorang yang melayani kami dan selalu ingin kami merasa bahagia.  Kau sama sekali bukan raja yang baik!”

 

Tiba-tiba boneka sederhana berkata,”Sebenarnya aku tidak ingin menjadi raja.”  Sambil tersenyum ia berkata kepeda boneka raja,”Aku tak merasa bahwa diriku ini raja.  Kalau engkau ingin, jadilah raja disini, tetapi ijinkanlah aku mencintai dan mememlihara boneka-boneka lainnya!”

 

Boneka raja tiba-tiba merasa malu.  Ia sadar bahwa ia malas, sombong dan selalu mementingkan diri sendiri.  Ia sadar, bahwa boneka sederhana jauh lebih baik dan bijaksana dibandingkan dirinya.  Ia mulai merasa segan kepada boneka sederhana.  Boneka raja segera tahu apa yang harus dilakukan.  Dilepaskannya mahkota emas dan jubahnya.  Lalu ditaruhnya mahkota di atas kepala boneka sederhana.  Kemudian jubahnya dengan hati-hati dilingkarkannya pada bahu boneka sederhana. (Enid Blyton—Cermin ajaib dan cerita-cerita lain).

 

Anda hanya berhak memimpin sampai batas Anda bersedia melayani

Ed Cole

Esensi paling penting dari seorang pemimpin adalah ada orang yang mengikuti dia sebagai pemimpin.  Keberadaan pemimpin bisa berdasar dari salah satu atau beberapa hal berikut ini:

Ada pemimpin yang memimpin berdasar jabatan, berdasar harta, berdasar visi, berdasar keahlian, ataupun berdasar karakter.

 

Untuk seseorang yang mungkin saat ini berada dalam suatu jabatan, atau suatu tingkat kekayaan tertentu tertentu yang mengharuskan dia memimpin, bisa merefleksikan kepemimpinannya; apakah setelah ia tidak menjabat atau ketika ia tidak memiliki harta lagi, masih adakah yang mengikurti sebagai pengikut.

 

Kepemimpinan sejati bukan karena jabatan tertentu atau kekayaan yang dimilikinya, tetapi karena daya tarik pribadi pemimpin itu sendiri.

 

Seringkali ketika seseorang menjabat dalam suatu kedudukan tertentu atau memiliki kekayaan tertentu, yang bersangkutan merasa memiliki kekuasaan untuk memimpin karena jabatan dan kekayaannya tersebut.  Tidak sepenuhnya salah memang, tetapi akan lebih baik jika seorang pemimpin benar-benar memiliki karakter kepemimpinan sejati, yaitu melayani.

 

Seorang Mother Teresa mengatakan ”Serve until its hurts” (Melayani sampai terasa sakit).  Seorang pemimpin adalah seorang yang mampu melakukan tindakan nyata untuk mempengaruhi lingkungannya.  Dan ketika kita mengibaratkekan kepemimpinan adalah suatu kata kerja, kita bisa menggantikan kata2 Mother Teresa tersebut menjadi “Lead until its hurts”.  Seperti seorang Nelson Mandela, yang merupakan pemimpin besar Afrika,  dan menjadi pelopor kesetaraan ras, pernah dipenjara, tetapi melupakan sakit hatinya sendiri dan melihat gambar yang lebih besar lagi untuk visi kemajuan bersama.

 

Orang yang melayani adalah orang yang mempunyai suatu ‘kekayaan’ batin tersendiri. Maukah kita menjadi pemimpin…? Maukah kita menjadi pelayan…?

 

Bagaimana pendapat Anda…?

0 comments
Please to comment

sign in

Username
Password
Remember Me


New to IM faceplate? join free!

Lost Password? click here